GUGATAN PERDATA PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PERSELISIHAN PARTAI GOLONGAN KARYA

Aris Rahmatdi, Pan Mohamad Faiz

Abstract


ABSTRAK

Undang-Undang Partai Politik telah mengatur kewajiban mekanisme penyelesaian perselisihan di internal partai politik melalui mahkamah partai politik. Apabila mahkamah partai politik tidak mengeluarkan putusan atau salah satu pihak tidak menerimanya, maka dapat ditempuh upaya hukum melalui gugatan ke pengadilan negeri setempat. Dalam konteks tersebut, artikel ini bertujuan untuk menganalisis perselisihan internal partai politik di tubuh Partai Golkar yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang justru menggunakan dalil gugatan perdata perbuatan melawan hukum, dan bukan gugatan khusus perselisihan internal partai politik yang telah diatur dalam Undang-Undang Partai Politik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif empiris, dengan pendekatan studi kasus terhadap Putusan Nomor 91/Pdt.G/2015/PN.Jkt.Utr dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 96 K/Pdt/2016. Berdasarkan hasil analisis, artikel ini menyimpulkan bahwa gugatan perdata perbuatan melawan hukum dalam penyelesaian perselisihan kepengurusan internal partai politik tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Partai Politik yang bersifat lex specialis derogat legi generali. Selain itu kedudukan putusan Mahkamah Agung juga bertentangan dengan hukum, karena putusan tersebut didasarkan atas suatu proses yang salah dan tidak sesuai ketentuan undang-undang. Namun demikian, putusan tersebut telah berstatus berkekuatan hukum tetap dan diterima oleh para pihak yang berperkara.

Kata kunci: partai golkar; musyawarah nasional; mahkamah partai.

 

ABSTRACT

The Political Party Law has regulated a settlement mechanism on a dispute within the internal political party by a tribunal of political party. If the tribunal takes no decision or one of the parties does not accept the decision, the process can be appealed by ling a petition to a district court. In this context, this article aims to analyze an internal dispute of political party that occurred in the Golkar Party, which was led to the North Jakarta District Court. Interestingly, the petition was based on civil lawsuit arguments and not a special claim of internal political party dispute regulated in the Political Party Law. This research used empirical normative research focusing on a case study on Decision Number 91/Pdt.G/2015/PN.Jkt.Utr and Supreme Court Decision Number 96 K/Pdt/2016. This research concludes that a civil lawsuit for resolving an internal political party dispute is not in accordance with the provisions regulated in the Political Party Law based on the principle of lex specialis derogat legi generali. In addition, the decision of the Supreme Court is also contrary to the positive law since the decision was based on an incorrect process and not in accordance with the law. However, the decision is nal and binding as well as accepted by all disputed parties.

Keywords: golkar party; national assembly; political party court.


Keywords


golkar party; national assembly; political party court

Full Text:

PDF

References


Buku

Agustina, R. (2003). Perbuatan melawan hukum. Jakarta: Program Pascasarjana FHUI.

Fuady, M. (2002). Perbuatan melawan hukum. Bandung: Citra Aditya Bhakti.

Gaffar, J. M. (2012). Demokrasi konstitusional praktik ketatanegaraan Indonesia setelah perubahan UUD 1945. Jakarta: Konstitusi Press.

Kelsen, H. (2015). Teori umum tentang hukum & Negara. Muttaqien, R. (Ed.). Cetakan ke-10. Bandung: Penerbit Nusa Media.

Labolo, M., & Ilham, T. (2015). Partai politik & sistem pemilihan umum di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Laoly, Y. H. (2019). Manajemen sengketa partai politik, sebuah ikhtiar penataan kelembagaan politik di negeri demokrasi. Jakarta: Alvabet.

Mahfud MD, M. (1999). Hukum & pilar-pilar demokrasi. Yogyakarta: Gama Media.

Mangesti, Y. A., & Tanya, B. L. (2014). Moralitas hukum. Yogyakarta: Genta Publishing.

Meliala, D. S. (2014). Hukum perdata dalam perspektif. Bandung: Nuansa Aulia.

Nasution, M. S. A. (2015). Filsafat hukum. Jakarta: Rajawali Pers.

Ridwan HR. (2014). Hukum administrasi negara. Jakarta: Rajawali Pers.

Rosadi, A., & Muhammad, F. (2019). Kekuasaan pengadilan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Sundari & Sumiarni, E. (2015). Politik hukum & tata hukum Indonesia. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.

Jurnal

Jati, W. R. (2013, Agustus). Menuju sistem pemilu dengan ambang batas parlemen yang afirmatif. Jurnal Yudisial, 6(2), 143-158.

Tanjung, M. A., & Saraswati, R. (2019, Desember). Calon tunggal pilkada kurangi kualitas demokrasi. Jurnal Yudisial, 12(3), 269-285.

Tjandra, W. R. (2013, Agustus). Pergeseran wewenang peradilan tata usaha negara atas penetapan parpol peserta pemilu. Jurnal Yudisial, 6(2), 159-172.

Simamora, J. (2014, September). Tafsir makna negara hukum dalam perspektif Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum, 14(3), 547-561.

Sumber lainnya

Idntimes News. (2014). “Perseteruan Agung Laksono Vs Aburizal Bakrie, Siapakah yang Sebenarnya Pantas Memimpin Golkar?”. Diakses 6 Januari 2021 dari https://www.idntimes.com/news/indonesia/rizal/perseteruan-agung-laksono-vs-aburizal-bakrie-siapakah-yang-sebenarnya-pantas-memimpin-golkar.

Kompas.Com. (2014). “Aburizal Bakrie, dari Capres, Cawapres, hingga Tak Jadi Apa-apa”. Diakses 6 Januari 2021 dari http://nasional.kompas.com/read/2014/05/20/0649443/Aburizal.Bakrie.dari.Capres.Cawapres.hingga.Tak.Jadi.Apa-apa.

Mahkamah Agung. (2014). “Direktori Putusan Mahkamah Agung Perkara No. 579/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Pst”. Diakses 10 Januari 2021 dari https://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/7f3677a6a26172299d ce275086671694.

______________. (2015a). (2015).“Direktori Putusan Mahkamah Agung Perkara No. 91/Pdt.G/2015/PN.Jkt.Utr”. Diakses 10 Januari 2021 dari https://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/ eb5d6d82eb0b80951a71cd86283637fc.

______________. (2015b). “Direktori Putusan Mahkamah Agung Perkara No. 119/Pdt.Sus-Parpol/2015/PN.JKT.BRT”. Diakses 10 Januari 2021 dari http://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/8a9c9ed51 82719392c84b1ebdfecd0a5.

______________. (2015c) “Direktori Putusan Mahkamah Agung Perkara No. 8/Pdt.Sus-Parpol/2015/PN.Jkt.Brt”. Diakses 10 Januari 2021 dari http://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/7ee8c7ddfef647fab1 0a5c637191eb00.

Viva News. (2014). “Ini Tiga Keputusan Penting Rapimnas VI Partai Golkar”. Diakses 6 Januari 2021 dari http://politik.news.viva.co.id/news/read/505227-ini-tiga-keputusan-penting-rapimnas-vi-partai-golkar.




DOI: http://dx.doi.org/10.29123/jy.v14i1.362

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Yudisial

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.