THE IMPOSITION OF PUNISHMENT WITHOUT THE CONSTITUENT ELEMENTS OF JARIMAH OF RAPE: A PRINCIPLE OF LEGALITY PERSPECTIVE
DOI:
https://doi.org/10.29123/jy.v18i1.735Keywords:
legal certainty, child protection, rape, qanun jinayatAbstract
This study examines Judgment Number 26/JN/2024/MS.Bna, which imposed a sentence of 150 months’ imprisonment for the jarimah/offense of rape against a child under Article 50 of the Qanun Jinayat. This case warrants further analysis because the facts established at trial support only the offense of sexual harassment committed by an adult against a child under Article 47 of the Qanun Jinayat. The main constituent elements of rape, namely the use of violence, coercion, or threats, were not established at trial, nevertheless, the defendant was convicted under the legal classification of rape. This circumstance raises significant concerns relating to the proper application of the law, legal certainty, and the administration of justice. This study aims to analyze the imposition of a sentence without satisfying the constituent elements of the offense of rape and to assess the judgment from the perspectives of legal certainty, justice, and victim protection. This study employs a normative legal research method with a case-study approach. Data were collected through an analysis of judgments, a review of relevant legal literature, and interviews with legal practitioners. The findings indicate that the sentence imposed is legally improper and violates the principle of legality because it was imposed without satisfying the constituent elements of rape as prescribed under Article 50 of the Qanun Jinayat. The facts established at trial demonstrate the existence of enticement, which does not constitute an element of rape under the jinayat law. This judgment does not reflect legal certainty and justice for the offender, although, from the perspective of victim protection, it may be regarded as providing a sense of security. This study recommends the reformulation of Article 50 of the Qanun Jinayat by clarifying the legal classification of child rape through the incorporation of deception or enticement as constituent elements, in order to promote justice and child protection in Aceh.
References
Abubakar, A. et Al. (2019). Problematika penegakan qanun jinayat di Aceh. Aceh Besar: Sahifah.
Ali, Z. (2014). Metode penelitian hukum. Cetakan 5. Jakarta: Sinar Grafika.
Aulia, K. N., Lestari, A., Latief, L. M., & Fajarwati, N. K. (2024). Kepastian hukum dan keadilan hukum dalam pandangan ilmu komunikasi. Journal Sains Student Research, 2(1), 713-724.
Chandra, T. Y., & Putra, Y. (2022). Hukum pidana. Jakarta: PT Sangir Multi Usaha.
Christianto, H. (2009). Pembaharuan makna asas legalitas. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 39(3), 347-375.
Fardhyanti, A. F., & Priyana, P. (2022). Visum et repertum dalam proses pembuktian perkara pidana pemerkosaan. Widya Yuridika: Jurnal Hukum, 5(2), 389-399. https://doi.org/10.31328/wy.v5i2.3589.
Ilyas, A., & Nursal, M. (2019). Kumpulan asas-asas hukum. Jakarta: Rajawali Pers.
Imron, A., & Iqbal, M. (2019). Hukum pembuktian. Banten: Umpan Press Lembaga Penerbit dan Publikasi.
Kenedi, J. (2017). Kebijakan hukum pidana (Penal policy) dalam sistem penegakan hukum di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lago, Y., Ginting, Y. P., & Sugianto, F. (2023). Dilema keadilan hukum antara hukum tidak tertulis yang hidup (Ongeschreven recht) dan asas legalitas dalam hukum pidana Indonesia ditinjau dari aspek filosofis. Jurnal Ilmu Hukum, 19(1), 71-84.
Mansari, M., & Melayu, H. A. (2018). Pembatalan hukuman cambuk bagi pelaku jarimah pencabulan anak dalam Putusan Nomor 07/Jn/2016/Ms.Aceh. Jurnal Hukum dan Peradilan, 7(3), 425-440.
Mansari, M., Hadana, E. S., & Hidayat, R. (2024). Hukum dan keadilan dalam dimensi ilmu hukum dan hukum Islam. Journal of Dual Legal Systems, 1(1), 17-27.
Marzuki, P. M. (2014). Penelitian hukum. Cetakan 9. Jakarta: Prenada Media Group.
Mochtar, Z. A., & Hiariej, E. O. (2021). Dasar-dasar ilmu hukum: Memahami kaidah, teori, asas, dan filsafat hukum. Yogyakarta: Perpustkaan Nasional.
Moho, H. (2019). Penegakan hukum di Indonesia menurut aspek kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan. Warta Dharmawangsa, 13(1).
Muiksan, M. (2017). Asas legalitas dalam hukum pidana: Studi komparatif asas legalitas hukum pidana Indonesia dan hukum pidana Islam (Jinayah). Serambi Hukum, 11(1), 1-26.
Murdiana, E. (2012). Pertanggungjawaban pidana dalam prespektif hukum Islam dan relevansinya terhadap pembaharuan hukum pidana Indonesia. Al-Mawarid, 12(1), 1-18.
Muthalib, S. A., et al. (2021). Analisis kepentingan terbaik bagi anak dalam hukum jinayat Aceh. Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam, 9(2), 415-430.
Nabillah, D., Yusrizal, Y., & Mukhlis, M. (2022). Analisis keterangan anak sebagai saksi korban tidak disumpah dalam pembuktian tindak pidana pemerkosaan terhadap anak. Suloh: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 10(1), 250-270. https://doi.org/10.29103/sjp.v10i1.7944.
Rahmadani, D. N. (2024). Pengaruh asas in dubio pro reo terhadap putusan hakim dalam perkara pidana. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 2(10), 774-795.
Rizkal, R., & Mansari, M. (2019). Pemenuhan ganti kerugian anak sebagai korban pemerkosaan dalam kasus jinayat Aceh. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 5(2), 33-46.
Sari, A. A., & Sularto, R. B. (2019). Kebijakan formulasi kekerasan seksual terhadap istri (Marital rape) berbasis keadilan gender di Indonesia. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 1(1), 117-127. https://doi.org/10.14710/jphi.v1i1.117-127.
Setyowati, I. I. A. (2018). Pembantuan dan penyertaan (Deelmening) dalam kasus perkosaan anak. Media Iuris, 1(2), 281-198.
Situngkir, D. A. (2018). Asas legalitas dalam hukum pidana nasional dan hukum pidana internasional. Soumatera Law Review, 1(1), 22-42.
Sudibyo, A., & Rahman, A. H. (2021). Dekonstruksi asas legalitas dalam hukum pidana. Presumption of Law, 3(1), 55-79. https://doi.org/10.31949/jpl.v3i1.985.
Trisiyah, N. O., Asy’ari, A., Efendi, S., & Hidayat, R. (2023). Analisis pertimbangan hakim menjatuhkan ‘uqubat terhadap anak sebagai pelaku jarimah pemerkosaan dalam Putusan Nomor 1/JN ANAK/2022/MS.Skm. Al-Ahkam: Jurnal Syariah dan Peradilan Islam, 3(2), 1-23.
Wahyuni, F. (2017). Dasar-dasar hukum pidana di Indonesia. Tangerang Selatan: PT Nusantara Persada Utama.
Yanto, O, (2020). Negara hukum: Kepastian, keadilan, dan kemanfaatan hukum (Dalam sistem peradilan pidana Indonesia). Bandung: Pustaka Reka Cipta.
Yasanegara, I. G. (2016). Urgensi asas legalitas dalam pembaharuan hukum pidana nasional di Indonesia. Kerta Dyatmika, 13(1), 1-17.
Yuniar, V. F. P. (2019). Penegakan hukum dalam tindak pidana pemerkosaan terhadap anak berdasarkan qanun jinayat Aceh. Media Luris, 2(2), 259-277. https://doi.org/10.20473/mi.v2i2.13044.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mansari Mansari, Fauziati Fauziati, Khairuddin Khairuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










