KETEPATAN HAKIM DALAM PENERAPAN PRECAUTIONARY PRINCIPLE SEBAGAI “IUS COGEN” DALAM KASUS GUNUNG MANDALAWANGI

Loura Hardjaloka

Abstract


ABSTRAK
Pelanggaran terhadap prinsip kehati-hatian melahirkan suatu tanggung jawab mutlak kepada parat tergugat tanpa bergantung pada ada tidaknya pembuktian dari para tergugat. Kasus sebagaimana dianalisis dalam artikel ini bukanlah bencana alam karena kejadiannya dapat diprediksi namun para tergugat tidak menjalankan prinsip kehatihatian untuk mencegahnya. Para tergugat berdalih bahwa prinsip ini belum menjadi hukum positif di Indonesia, akan tetapi prinsip ini telah dipandang sebagai ius cogen yaitu sebagai suatu norma yang diterima dan diakui oleh masyarakat Internasional secara keseluruhan serta sebagai norma yang tidak dapat dilanggar dan hanya dapat diubah oleh suatu norma hukum dasar Internasional umum yang baru yang mempunyai sifat yang sama.

Kata kunci: prinsip kehati-hatian, ius cogen, tanggung jawab mutlak.


ABSTRACT
The absence of implementing the precautionary principle has to put forth the strict liability in the case of Mt. Mandalawangi. Such a liability will not depend on the existence of any legal proofs conveyed by the defendants. The incident of Mt. Mandalangi was not a natural disaster but could be predicted before. It happened because of the precautionalry principle disobedience. Despite admitting the violation, the defendants claim that this principle has not yet become a part of Indonesian positive law. Otherwise, the principle can be regarded as ”ius cogen” that has been accepted and recognized by international communities. Ius cogen can be modified only by a new general and basic norm of international law with the same characteristic.

Keywords: precautionary principle, ius cogen, strict liabilitity.

Keywords


precautionary principle; ius cogen; strict liabilitity

Full Text:

PDF

References


Deville, A and R. Harding. 1997. Applying the Precautionary Principle. Annandale: The Federation Press.

Fasoyiro, Laurencia. 2009. ”Invoking the Act of God Defense”. Environmental and Energy Law and Policy Journal. Vol.3(2), hal. 1-33.

Faure, Michael dan Nicole Niessen. 2006. Environment Law in Development: Lessons from the Indonesian Experience. UK: Edward Elgar Publishing Limited.

Fraley, Jill M. 2010. Re-examining Acts of God. Pace Environmental Law Review, Vol. 27.

Hey, E. 1992. The precautionary principle in environmental law and policy: Institutionalizing Precaution. Georgetown International Law Review, Vol. 4.

Jones, William K. 1992.” Strict Liabililty for Hazardous Enterprise”. Columbia Law Review. Vol. 92.

Kasim, Adil. 2007. ”Perbandingan Perbuatan Melanggar Hukum, Onrechtmatige Daad”. Dalam Sistem Eropa Kontinental dan Law of Torts dalam Sistem Anglo Saxon”. Majalah Varia Peradilan, Tahun ke XXII, Nomor 259.

Kristl, Kenneth T. 2006. Diminishing The Divine: Climate Change and The Act of God Defense. Widener Law Review, Vol. 15.

M’Gonigle, R.M., et. al. 1994. Taking Uncertainty Seriously: From Permissive Regulation to Preventive Design in Environmental Decision making. Osgoode Hall Law Journal Vol. 32.

O’Riordan, T. and J. Cameron. 1996. Interpreting the Precautionary Principle. London: Earthscan Publishers.

Pardy, Bruce. 2002. ”Applying the Precautionary Principle to Private Persons: Should it Affect Civil and Criminal Liability?”. Les Cahiers de Droit. Vol.43.

Raffensperger, C. and J. Tickner, eds. 1999. Protecting Public Health and the Environment: Implementing the Precautionary Principle. Washington, DC: Island Press.

Reid, Elspeth. 1999. “Liability for Dangerous Activities: A Comparative Analysis”. The International and Comparative Law

Quarterly. Vol. 48 (4).

Siahaan, N.H.T. 2009. Hukum Lingkungan. Jakarta: Pancuran Alam Jakarta.

Subekti. 1979. Pokok-pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa.

Undang-undang

Indonesia. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997. Undang-undang tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. LN Nomor 68 Tahun

TLN Nomor 3699.

Indonesia. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009. Undang-undang tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. LN Nomor 140 Tahun 2009. TLN Nomor 5059.




DOI: http://dx.doi.org/10.29123/jy.v5i2.132

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Yudisial

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.